Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2011

Menyebar Karunia dari Gedung Pustaka


Tujuh anak usia sekolah dasar duduk melingkar di atas karpet merah. Tumpukan buku-buku cerita dan seri pengetahuan anak dibiarkan tergeletak di sekitar mereka. Semua asyik membaca. Ada yang sendiri, ada yang berbagi satu buku untuk dibaca berdua. Sesekali terdengar celotehan mereka mengomentari bacaannya.

“Senang Kak, kami di sini. Banyak buku cerita rakyat,” ujar Nia. Ini kali pertama ia datang ke Children Library di lantai dasar Pustaka Soeman Hs, perpustakaan yang mengambil nama sastrawan Riau keturunan Tapanuli, Soeman Hasibuan. Bocah kelas 5 SD Negeri 001 Senapelan, Pekanbaru ini diajak kakaknya untuk mengisi libur sekolah. Tidak hanya sendiri, Nia pun mengajak teman-teman yang tinggal di sekitar rumahnya. “Kami tadi naik honda ke sini,” katanya diringi senyum lebar.

Berbeda dari kebanyakan perpustakaan kota di Indonesia yang sepi pengunjung, Pustaka Soeman Hs bisa dibilang ramai. Rata-rata pengunjungnya mencapai 650 orang per hari. Suasana nyaman dan koleksi buku lebih dari 71.000 judul menjadi daya tarik rekreasi edukatif, khususnya bagi anak-anak, pelajar, dan mahasiswa.

Aina misalnya, mahasiswi semester 4 di UIN Sutan Syarif Kasim ini menjadikan Pustaka Soeman Hs sebagai tempat mengerjakan tugas kuliah. Padahal, di kampusnya sendiri sudah ada perpustakaan yang koleksinya memadai. “Di sini ada ruang diskusi, pas untuk mengerjakan tugas kelompok,” katanya memberi alasan. Pustaka Soeman Hs memang dilengkapi empat ruang diskusi berbentuk tabung transparan.

Perpustakaan yang dikelola Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Riau ini, memiliki arsitektur yang menarik. Terletak di jalan utama kota, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, dari luar ia tampak menonjol dengan bentuk atap lengkung dari lembaran alumunium. Bentuk yang terinspirasi oleh kitab terbuka di atas rehal, khas Melayu-Islam. Tiang-tiang berwarna oranye-perak yang menopang, seolah menambahnya dengan kesan kontemporer.

Interiornya tampak modern dengan dominasi elemen garis dan perabot berdesain minimalis. Dinding kaca yang dipilih mengelilingi bangunan, membuat ruangan tampak terang. Pengunjung pun leluasa melihat pemandangan sekitar gedung. Di sebelah gedung ini terletak komplek Kantor Gubernur Riau yang juga menyandingkan desain modern dengan sentuhan Melayu.

Desain Pustaka Soeman Hs mencerminkan visi Pemerintah Provinsi Riau untuk menjadikannya perpustakaan modern berbasis budaya Melayu, dengan nuansa agamis. Salah satu visi Riau memang menjadikan daerah berjulukan Bumi Lancang Kuning ini sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Memperkuat citra tersebut, di lantai 3 Pustaka Soeman Hs ada ruang koleksi khusus buku-buku budaya dan sastra dari ranah Melayu. Namanya Bilik Melayu. Karya-karya sastrawan Riau mulai Raja Ali Haji, Soeman Hs, Idrus Tintin, sampai Sutardji Calzoum Bachri dan sastrawan dari angkatan yang lebih muda, tersimpan di sini.

Bilik Melayu ini sering menjadi pusat referensi bagi para mahasiswa yang mengerjakan penelitian di bidang kesusastraan. Selain koleksi sastrawan lokal, ada juga rak khusus bertajuk Malaysia Corner dan Singapore Corner. Isinya buku-buku sastra asal Malaysia dan Singapura, sumbangan dari dua negara serumpun itu.

Selain karya sastra, ada juga buku-buku tentang sejarah dan ulasan mengenai kebudayaan Melayu. Mungkin ruang khusus ini yang membuat Pustaka Soeman Hs disebut-sebut memiliki koleksi literatur kebudayaan Melayu terlengkap di Indonesia.

Sejak diresmikan pertengahan tahun 2008, tampaknya perpustakaan Riau ini terus berproses menuju pusat literatur bertaraf internasional. Sekarang, secara fisik Pustaka Soeman Hs memiliki fasilitas pencari online, jaringan internet wi fi, Hall Bedah Buku, dan ruang audio visual. Perpustakaan ini juga dilengkapi sarana khusus bagi penyandang tunadaksa. Pustaka Soeman Hs ditargetkan mendapat sertifikat tahun I ISO 9001:2000 pada tahun 2013.

Kun Wardoyo, salah satu staf pustakawan, menjelaskan sekarang ada 87 petugas layanan di gedung enam lantai itu. Selain PNS Pemerintah Provinsi Riau, sebagian petugas pelayanan perpustakaan merupakan tenaga kontrak. Mereka melayani pengunjung sejak pukul 9.00 hingga 17.00, dengan sistem shift. Tak ada jam istirahat kecuali hari Jumat. Minggu pun buka hingga pukul 14.00.

Selain sebagai pusat literatur, Pustaka Soeman Hs memang dirancang sebagai salah satu icon Provinsi Riau. Yusrizal, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau menjelaskan bahwa selain memiliki fungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, Pustaka Soeman Hs juga menjadi salah satu tujuan wisata. “Seperti di Malaysia ada Putrajaya. Itu gedung pemerintah, tapi kan jadi destinasi wisata juga,” katanya.

Upaya menarik pengunjung wisata terlihat berhasil. Setidaknya, Pustaka Soeman Hs menjadi tempat pilihan pegawai kantor sekitar untuk beristirahat. Di lantai dasar, tepat di seberang Children Library, ada kafe yang ramai di tengah hari kerja. Dengan adanya kafe di gedung yang sama, pengunjung perpustakaan pun tak perlu jauh-jauh mencari pengganjal perut.

Beruntunglah warga Pekanbaru yang boleh menjadi anggota perpustakaan ini. Bahkan keanggotaan itu bisa didapat dengan gratis. Sejak Juni 2010, BPAD menghentikan pungutan biaya administrasi untuk pembuatan kartu perpustakaan, perpanjangan keanggotaan, atau pengurusan kartu bebas pustaka. Walau tidak menjadi anggota, pengunjung asal luar Pekanbaru pun bisa memanfaatkan fasilitas dalam gedung, asalkan tidak meminjam pulang koleksi perpustakaan.

Elizabeth Hardwick, penulis asal Amerika Serikat pernah berujar, “Karunia terbesar adalah semangat untuk membaca. Ia murah, menghibur, mengalihkan perhatian, menggairahkan, memberi Anda pengetahuan dan pengalaman yang luas. Ia adalah pencerah moral.” Agaknya, Pustaka Soeman Hs dirancang untuk menyebarkan karunia itu pada masyarakat Pekanbaru.

*Gambar diambil dari http://citizenimages.kompas.com/citizen/view/44977-Gedung-Pustaka-Riau